Artikel · 11 Juli 2026 · Drs. H. Khamimudin, M.H.

MISTERI TENTANG KULIT MANUSIA

MISTERI TENTANG KULIT MANUSIA

Oleh: Drs. H. Khamimudin, M.H.

 

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

نَارُكم هذِه ما يُوقدُ بنُو آدمَ جُزْءٌ واحدٌ من سبعين جزءاً من نار جهنَّم

“Api yang dinyalakan oleh Ibnu Adam adalah satu bagian dari tujuh puluh bagian dari panasnya api Jahannam” (HR. Bukhari no. 3265, Muslim no. 2834)

Sungguh neraka itu adalah seburuk-buruknya tempat dan memasukinya adalah kerugian yang teramat besar. Oleh karena itu selalulah kita berdoa:

اللهم إني أسألك الجنة وأعوذبك من النار

Ya Allah, aku mohon kepada-Mu surga, dan aku berlindung kepada-Mu dari neraka.

Saraf Reseptor Rasa Sakit (Surat An-Nisa Ayat 56)

         Dalam Surat An-Nisa Ayat 56, Allah SWT berfirman mengenai siksaan bagi orang-orang yang mengingkari ayat-ayat-Nya, di mana setiap kali kulit mereka hangus terbakar, Allah menggantinya dengan kulit yang baru agar mereka tetap merasakan azab;

        Penemuan Medis: Secara medis telah dibuktikan bahwa reseptor rasa sakit (nyeri) pada manusia terletak di lapisan kulit. Jika terjadi luka bakar yang sangat parah atau kulit hangus, ujung-ujung saraf sensorik tersebut akan hancur dan mati. Akibatnya, korban tidak lagi merasakan sakit setelah titik tertentu.

       Fakta Ilmiah: Untuk memastikan siksaan tidak pernah berhenti dan rasa sakit tetap terasa dengan dahsyat, kulit tersebut harus diperbarui dan diganti dengan kulit yang baru agar saraf perasa berfungsi kembali. Hal ini sangat selaras dengan Surat An-Nisa Ayat 56.

Sidik Jari Sebagai Identitas Unik (Surat Al-Qiyamah Ayat 4)

  Pada Surat Al-Qiyamah ayat 3-4, Allah SWT menegaskan bahwa Dia berkuasa bukan hanya menghidupkan manusia kembali, tetapi juga menyusun kembali ujung-ujung jari manusia dengan sempurna.

         Penemuan Medis: Pada akhir abad ke-19, ilmu pengetahuan forensik menemukan bahwa sidik jari setiap manusia di dunia ini bersifat unik dan khas. Tidak ada dua sidik jari manusia yang identik, bahkan pada anak kembar sekalipun.

        Fakta Ilmiah: Fakta ini menegaskan kemahakuasaan Allah dalam menciptakan kode genetik yang sangat rumit dan presisi pada lapisan terluar kulit manusia.

Variasi Warna Kulit Manusia (Surat Ar-Rum Ayat 22)

        Al-Qur'an secara spesifik menyebutkan bahwa perbedaan warna kulit dan bahasa manusia merupakan salah satu tanda-tanda kebesaran Allah (Surat Ar-Rum ayat 22).

       Penemuan Medis: Ilmu dermatologi dan biologi membuktikan bahwa variasi warna kulit manusia berkaitan erat dengan pigmen melanin dan adaptasi geografis terhadap radiasi sinar ultraviolet (UV). Manusia yang hidup di wilayah tropis memproduksi lebih banyak pigmen kulit untuk menangkal efek buruk sinar matahari.

Kulit memberi kesaksian di akhirat

Kulit, tangan, dan kaki yang memberi kesaksian di akhirat tercantum dalam Surat Yasin ayat 65. Ayat ini menegaskan bahwa pada hari kiamat, Allah akan mengunci mulut manusia, dan anggota tubuh merekalah yang akan bersaksi atas segala perbuatan dosa yang dilakukan selama hidup di dunia.

            Mulut Dikunci: Pada hari kiamat (Yaumul Hisab), manusia tidak akan bisa mengelak atau berbohong. Allah mengunci mulut orang-orang kafir dan munafik agar mereka tidak bisa membantah dosa-dosanya.

        Anggota Badan Bersaksi: Tangan, kaki, dan kulit akan berbicara dan bersaksi dengan sejujur-jujurnya mengenai apa yang dahulu mereka lakukan dan usahakan di dunia.

      Keadilan Mutlak: Anggota tubuh menjadi saksi yang tidak bisa disuap atau dibohongi. Hal ini menjadi peringatan keras agar manusia selalu takut bermaksiat.

Masuk Islam gegara Kulit

Kisah seseorang masuk Islam karena keajaiban "kulit" sering kali merujuk pada ilmuwan anatomi asal Thailand, Prof. Dr. Tagatat Tejasen, yang meneliti dan menemukan bahwa ujung saraf perasa nyeri paling banyak berada di lapisan kulit luar.

Ketika kulit terbakar hebat, saraf tersebut mati sehingga rasa sakit hilang. Ia takjub karena fakta ilmiah ini sangat detail dijelaskan dalam Al-Qur'an Surat An-Nisa Ayat 56, yang artinya berbunyi: “Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain agar mereka merasakan azab.”

Hal ini menjadi titik balik hidayahnya Tejatat Tejasen dari Chiang Mai University. Fenomena ini memperlihatkan betapa ilmu pengetahuan modern sering kali sejalan dengan firman Allah SWT. Secara garis besar, proses seseorang untuk resmi memeluk Islam cukuplah mudah dan berlandaskan keyakinan murni.

 

 


← Kembali ke Beranda