Artikel · 21 Agustus 2026 · Drs. H. Khamimudin, M.H.

MISTERI HIDUP: SEBUAH RENUNGAN

MISTERI HIDUP: SEBUAH RENUNGAN

 

وَمَا هَٰذِهِ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ ۚ وَإِنَّ ٱلدَّارَ ٱلْءَاخِرَةَ لَهِىَ ٱلْحَيَوَانُ ۚ لَوْ كَانُوا۟ يَعْلَمُونَ


Artinya: "Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui." (QS. Al-Ankabut: 64)

Hidup di dunia sarat dengan misteri. Tidak seorang pun yang mampu mengetahui secara pasti peristiwa apa yang akan terjadi dalam kehidupan ini secara sinoptik (berasal dari bahasa Yunani syn yang berarti 'bersama-sama' dan opsis yang berarti 'melihat', bermakna dipandang dalam satu pandangan menyeluruh). Misteri hidup manusia adalah rahasia besar tentang dari mana kita berasal, untuk apa kita ada di dunia, dan ke mana kita akan pergi. Dalam ajaran agama dan kebijaksanaan hidup, batas pengetahuan manusia sangat kecil dibandingkan ketetapan Tuhan yang meliputi takdir, waktu, dan makna di balik setiap kejadian.

Tiga Rahasia Utama

Dalam hidup ini, terdapat tiga hal yang hanya diketahui sekaligus merupakan hak prerogatif Allah SWT. Ketiga hal yang menjadi misteri tersebut adalah rezeki, jodoh, dan ajal.

1.      Rezeki: Batas dan cara pemberian harta serta penghidupan. Tugas kita sebagai manusia adalah menyempurnakan ikhtiar untuk menjemput rezeki tersebut. Adapun apa yang kita terima di akhir ikhtiar, itulah rezeki kita. Jangan sampai mengejar urusan dunia (rezeki) membuat kita melupakan kewajiban sebagai umat Islam.

2.      Jodoh: Pertemuan dan takdir pasangan hidup. Menjadi hal yang lumrah apabila semua orang menginginkan pasangan yang tampan atau cantik, saleh atau salehah, mapan, baik hati, dan hal-hal lain yang menyenangkan. Akan tetapi, pada kenyataannya, Allah telah mempersiapkan jodoh yang terbaik bagi kita, walau terkadang tidak sesuai dengan apa yang diimpikan. Namun ketahuilah, bahwa di balik skenario Allah selalu tersirat hikmah yang luar biasa.

3.      Ajal (Kematian): Waktu dan cara hidup seseorang berakhir. Semua makhluk Allah di bumi ini pasti akan menemukan kematian. Sebagaimana termaktub dalam Al-Qur'an Surah Al-A'raf ayat 34:

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

Artinya: "Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun."

Secara naluriah, manusia menginginkan hidup selama mungkin, bahkan bila perlu selamanya—seperti keinginan Raja Fir'aun dengan kesombongannya. Namun pada akhirnya, dia pun menemui ajal. Banyak manusia beranggapan atau berharap meninggal dunia di usia senja, namun kenyataannya sering kali sebaliknya. Oleh karena itu, rahasia kapan ajal akan menjemput hendaknya disikapi dengan senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Dari ketiga hal tersebut, hanya agama yang dapat memberikan jawaban dan penjelasan yang hakiki. Sebab, ilmu kita sangat terbatas, sementara ilmu Allah Maha Luas tak terbatas.

Kejadian Misterius (Mukjizat) Para Nabi

Sejarah mencatat berbagai ketetapan misterius yang berada di luar nalar manusia, seperti mukjizat yang dialami oleh para Nabi:

·        Pisau tidak bisa menyembelih/membunuh Nabi Ismail AS.

·        Api tidak bisa membakar tubuh kekasih Allah, Nabi Ibrahim AS.

·        Ikan Paus tidak menghancurkan tubuh Nabi Yunus AS saat berada di dalam perutnya.

·        Lautan luas tidak menenggelamkan Nabi Musa AS.

Pertanyaan Klasik Manusia

·        Asal-usul: Dari mana awal mula kesadaran dan jiwa manusia ditiupkan.

·        Tujuan: Apa makna penderitaan, kebahagiaan, dan ujian di bumi.

·        Masa depan: Apa yang terjadi setelah napas terakhir berembus.

Hikmah dari Ketidaktahuan

·        Menjaga harapan: Ketidakpastian membuat manusia terus berdoa dan berusaha.

·        Belajar rendah hati: Manusia sadar bahwa tidak semua hal dapat diatur oleh akal.

·        Menghargai waktu: Setiap detik menjadi berharga karena hari esok adalah misteri.

Kesimpulan

Hiduplah dengan bersahaja, jangan melampaui batas, dan jangan menuruti hawa nafsu. Jadikan hidup lebih bermakna dengan mengisi kegiatan yang produktif dan bermanfaat. Hindari hal-hal yang sia-sia, dan isilah hidup dengan amal saleh, kebajikan, serta segala upaya yang dapat mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Ingatlah firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 195:

وَاَنْفِقُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا تُلْقُوْا بِاَيْدِيْكُمْ اِلَى التَّهْلُكَةِۛ وَاَحْسِنُوْاۛ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ

Artinya: "Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik."


← Kembali ke Beranda