Artikel · 11 Juli 2026 · H. Abdul Halim Nasution, S.Ag.

4 KEBIASAAN HARIAN MENJEMPUT BERKAH

4 KEBIASAAN HARIAN MENJEMPUT BERKAH

Oleh: H. Abdul Halim Nasution, S.Ag.

Berkah (atau barokah) yang berarti nikmat, karunia, atau limpahan kebaikan. Para ulama mendefinisikannya sebagai ziadatul khair, yakni bertambahnya kebaikan. Inti dari berkah bukanlah sekadar jumlah yang banyak atau mewah, melainkan manfaat yang langgeng dan mendatangkan ketenangan batin.

Untuk menghidupkan cahaya dalam rumah tangga patut dilakukan 4 hal, yaitu:

1. Mengucapkan salam saat memasuki rumah,

          salam adalah doa keselamatan dan garansi keamanan dari Allah SWT.

فَاِذَا دَخَلْتُمْ بُيُوْتًا فَسَلِّمُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِ مُبٰرَكَةً طَيِّبَةًۗ

Apabila kamu memasuki rumah-rumah itu, hendaklah kamu memberi salam (kepada penghuninya, yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri dengan salam yang penuh berkah dan baik dari sisi Allah. (QS. An-Nuur:61);

           

           Rasulullah SAW bersabda bahwa ucapan salam kepada keluarga akan membawa keberkahan bagi diri sendiri dan penghuni rumah (HR. Tirmidzi).

2. Menghidupkan shalat sunnah di rumah.

    * Jangan biarkan rumah beralih fungsi layaknya kuburan yang sepi dari sujud (HR. Bukhari dan Musllim;

     * Bagi laki-laki shalat fadlu memang lebih utama di masjid, namun shalat sunnah paling baik dilakukan di rumah, agar kedamaian mengalir di dalamnya;

3. Rutin membaca Al-Qur’an di rumah

    * Rumah yang dibacakan al-Qur’an akan terasa luas bagi penghuninya, karena dihadiri para malaikat dan dijauhi setan, serta melimpah kebaikannya (HARI. Ad-Darimi);

    * Membaca surat Al- Baqarah secara berkala menjadi benteng utama agar setan tidak sanggup memasuki rumah;

4. Membiasakan sedekah subuh.

    * Subuh adalah waktu istimewa, dua malaikat turun ke bumi untuk mendoakan hamba Allah yang bersedah secara spesifik (HARI. Bukhari dan Muslim);

      * Malaikat pertama berdoa meminta ganti bagi orang yang bersedekah, sementara malaikat kedua berdoa meminta kehancuran bagi orang yang menahan hartanya (kikir);

(Disampaikan pada pengajian Sabtu pagi tanggal 4 Juli 2026 di Masjid Al-Amanah Ponggalan, Giwangan, Umbulharjo, Yogyakarta, dirangkum oleh : Drs. H. Khamimudin,M.H.)



← Kembali ke Beranda